Jika sebuah perusahaan memiliki 100 pekerja, apakah perusahaan tersebut perlu membeli 100 set pakaian kerja baru setiap tahunnya?
Belum tentu.
Alasannya sederhana: pakaian kerja jarang diganti sebagai satu set lengkap pada waktu yang bersamaan.
Bayangkan sebuah perusahaan dengan 100 karyawan.
Setelah setahun, beberapa pekerja mungkin masih menggunakan jaket asli mereka. Yang lain mungkin membutuhkan celana baru karena mereka memakainya setiap hari. Beberapa mungkin membutuhkan penggantian lengkap karena pakaian kerja mereka sudah rusak parah.
Jadi pesanan selanjutnya mungkin akan terlihat seperti ini:
100 pekerja → 100 jaket + 140 pasang celana + 30 rompi pengganti
Angka pastinya mungkin berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama:
Berbagai jenis pakaian kerja diganti dengan tingkat yang berbeda.
Seorang mekanik yang setiap hari bekerja di sekitar mesin biasanya akan lebih sering mengganti celananya dibandingkan pekerja perawatan kantor.
Hal yang sama berlaku di seluruh sektor manufaktur, konstruksi, logistik, dan industri lainnya.
Inilah mengapa tidak ada aturan yang berguna yang mengatakan:
“Ganti seluruh seragam setiap 12 bulan.”
Alih-alih memulai dengan jumlah karyawan, lihatlah beberapa pesanan terakhir.
Barang apa saja yang dipesan lagi?
Berapa banyak celana yang diganti?
Berapa banyak jaket yang masih digunakan?
Ukuran atau model mana yang paling banyak membutuhkan penggantian?
Riwayat tersebut memberi Anda gambaran yang jauh lebih baik tentang seperti apa pesanan selanjutnya seharusnya.
100 karyawan tidak secara otomatis berarti 100 set seragam kerja baru setiap tahunnya.
Untuk pengadaan pakaian kerja rutin, riwayat penggantian seringkali menjadi panduan yang lebih baik daripada kalender.