Selama bertahun-tahun, pembeli tekstil sebagian besar bekerja dengan informasi fisik dan komersial:
Komposisi kain.
Spesifikasi produk.
Label.
Sertifikat.
Namun Uni Eropa sedang membangun lapisan lain di sekitar produk:
Paspor Produk Digital.
Dan tekstil sudah termasuk dalam daftar kelompok produk prioritas Uni Eropa.
Komisi Eropa telah meluncurkan Registri Paspor Produk Digital dan lingkungan pengujiannya .
Registri tersebut mulai beroperasi pada tanggal 20 Juli 2026 .
Itu tidak berarti setiap produk pakaian kerja saat ini membutuhkan DPP (Digital Protection Program).
Untuk sektor tekstil, persyaratan khusus sektor tersebut masih dalam tahap pengembangan.
Saat ini Komisi mencantumkan kuartal keempat tahun 2027 sebagai periode adopsi yang direncanakan untuk peraturan pelaksana ESPR yang mencakup tekstil. Jangka waktu ini masih dapat berubah seiring dengan kemajuan pekerjaan legislatif dan teknis.
Persyaratan pastinya belum difinalisasi.
Komisi Eropa menyatakan bahwa DPP tekstil dapat mencakup informasi seperti:
Poin pentingnya adalah bahwa persyaratan data spesifik tekstil terakhir masih dalam tahap pendefinisian .
Oleh karena itu, pembeli harus berhati-hati dalam menganggap ekspektasi draf sebagai persyaratan hukum yang berlaku saat ini.
Karena DPP bukan hanya tentang menempatkan kode QR pada pakaian.
Dalam kerangka ESPR, paspor ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketertelusuran dan akses ke informasi produk di seluruh rantai nilai . Regulasi ini juga mensyaratkan data DPP (Data Protection Passport) harus akurat, lengkap, dan selalu diperbarui setelah persyaratan khusus produk yang relevan berlaku.
Bagi seorang importir atau distributor, hal itu menimbulkan pertanyaan praktis:
Apakah informasi produk yang berasal dari berbagai bagian rantai pasokan dapat dijaga keakuratan dan konsistensinya?
Pertanyaan itu menjadi semakin penting seiring dengan terbentuknya aturan khusus untuk industri tekstil.
Masih ada beberapa hal yang belum diputuskan terkait pakaian kerja tekstil saat ini .
Persyaratan DPP tekstil final belum selesai.
Kolom data yang tepat belum semuanya diperbaiki.
Rincian implementasi akhir masih dalam pengembangan.
Jadi, tidak ada alasan untuk memperlakukan setiap pesanan pakaian kerja Eropa saat ini seolah-olah sudah memiliki persyaratan DPP tekstil wajib yang lengkap.
Kesimpulan yang bermanfaat bukanlah:
“Setiap produk pakaian kerja kini membutuhkan paspor digital.”
Itu terlalu terburu-buru.
Kesimpulan yang lebih akurat adalah:
Uni Eropa sedang membangun infrastruktur saat ini, sementara persyaratan khusus untuk industri tekstil masih dalam tahap pengembangan.
Bagi pembeli, importir, dan distributor tekstil Eropa, hal ini layak dipantau sebelum persyaratan akhir tiba.
Pakaian itu tetaplah sebuah produk.
Namun, semakin hari, informasi yang terlampir pada produk tersebut juga menjadi penting.